Tokoh Adat Leunklot: Emanuel Makaraek itu Figur yang Tepat menjadi Bupati Malaka

Reporter : Redaksi Editor: Cyriakus Kiik
  • Bagikan
Timorline.com

Betun, Timorline.com – Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan figur pemimpin baru lima tahun ke depan. Para pemimpin lama diminta iklas memberi kesempatan kepada figur pemimpin yang baru untuk memimpin Kabupaten Malaka.

Hal itu ditegaskan tokoh adat Leunklot Ketua Suku Mamulak Yonas Nahak kepada Timorline.com, Senin (03/06/2024) petang. Yonas dimintai pendapatnya terkait pergantian kepemimpinan di Kabupaten Malaka yang saat ini mulai memanas dalam hingar-bingar tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Malaka 2024.

Menurut Yonas, pergantian kepemimpinan di Kabupaten Malaka lima tahun ke depan sudah saatnya beralih ke figur baru. Sebab, figur-figur lama sudah diketahui kinerja mereka.

“Masyarakat Malaka sudah tahu track record para pemimpin lama. Figur-figur lama sudah saatnya istirahat dan memberi peluang kepada figur-figur baru. Kalo figur baru tidak bisa menunjukkan kinerjanya dengan baik, ganti lagi”, tandas Yonas.

Baginya, figur yang tepat memimpin Kabupaten Malaka lima tahun ke depan adalah Emanuel Makaraek. “Emanuel Makaraek itu figur yang tepat menjadi Bupati Malaka lima tahun ke depan. Yang lama-lama berhenti dulu karena masyarakat sudah tahu kinerja mereka”, tandas Yonas.

Baca Juga :  Servas Manek Intens Bangun Koalisi Menuju Pilkada Belu 2024

Mengapa Emanuel Makaraek yang dijagokan, mantan kepala sekolah itu sebut empat alasan, yakni:

Pertama, Emanuel Makaraek itu adalah Raja Kerajaan Leunklot. Sebagai raja, Emanuel Makaraek sangat menjunjung tinggi budaya orang Malaka yang dikenal dengan hafolin malu, hakneter malu dan haktaek malu. Siapapun yang mengenal Emanuel Makaraek, pasti tahu itu.

Kedua, Emanuel Makaraek itu orangnya bersih. Selama menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), Emanuel Makaraek tidak pernah disebut-sebut terlibat masalah hukum baik secara pribadi maupun dalam jabatan dengan kewenangan-kewenangan yang dimiliki. Hal ini berlangsung selama 32 tahun menjadi ASN hingga pensiun.

Ketiga, Emanuel Makaraek itu birokrat murni. Sebagai birokrat, dia memahami betul tata kelola pemerintahan. Bahkan, semasa menjabat Kepala Bagian Organisasi di Sekretariat Daerah Kabupaten Belu ketika Kabupaten Malaka masih bergabung dengan Kabupaten Belu, Emanuel Makaraek sangat-sangat dipercaya Bupati Belu saat itu Joacim Lopes untuk menyusun personalia dan struktur organisasi pemerintahan Kabupaten Belu. Tugas ini pula yang diberikan kepada Emanuel Makaraek kepada Kabupaten Malaka terbentuk. Pejabat daerah perdana Kabupaten Malaka saat itu disusun oleh dia. Tetapi, banyak orang tidak tahu itu. Para pejabat perdana waktu itu hanya menikmati jabatan yang dikasih.

Baca Juga :  Klien Dua Kali Tandatangan Tanpa Pemeriksaan Terlebih Dahulu, Ferdi Maktaen: BAP Bisa Dinyatakan Dimanipulasi Penyidik

Keempat, Emanuel Makaraek itu  tokoh pemekaran Kabupaten Malaka. Sebagai tokoh pemekaran Kabupaten Malaka, Emanuel Makaraek sangat tahu baik isi perut Kabupaten Malaka. Sebab, di saat-saat perjuangan pembentukan Kabupaten Malaka, Emanuel Makaraek berjalan keliling wilayah Kabupaten Malaka dari desa ke desa untuk menjaring dan menyerap aspirasi masyarakat Malaka. Perjuangan itu membuahkan hasil. Ada perseorangan yang tiba-tiba muncul dan mengaku sebagai tokoh pemekaran Kabupaten Malaka. Tetapi  sudahlah. Kita tahu apa maksud klaim itu.

“Jadi, empat alasan ini bisa membuat baik Pak Nuel (maksudnya: Emanuel Makaraek, red) maupun masyarakat Malaka untuk tidak ragu-ragu dan tepat memilih Bupati Malaka mendatang. Orangnya yang tepat adalah Nuel Makaraek”, demikian Yonas. ***

  • Bagikan