Mencari yang Terbaik

Reporter : Redaksi Editor: Cyriakus Kiik
  • Bagikan
Timorline.com

Oleh: Vinus Leki

PERJALANAN waktu lima tahun atau empat tahun untuk putaran PILKADA rasanya terlalu singkat. Tanpa disadari Pilkada Kabupaten Malaka sudah di depan mata. Pada dinding-dinding media atau di grup-grup baik Facebook, Whatsapp maupun Tiktok, banyak dibicarakan soal PILKADA Malaka.

Pasang-memasang tokoh dan figur andalan mulai diperdebatkan. Kriteria-kriteria mulai dipublikasikan dan didiskusikan untuk mencapai format terbaik, pasangan ideal yang bertahan lama dan bekerja bersama untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Malaka.

Pasang-memasang figur dalam diskusi-diskusi tersebut sudah tentu berdasarkan berbagai pertimbangan. Pertimbangan kepemilikan partai politik, unsur kewilayaan, budaya dan kesukuan sudah jelas menjadi kriteria penting. Unsur lain yang tidak kalah penting dari setiap perdebatan tersebut juga mengerucut kepada figur (sebagai pribadi), latar belakang pendidikan, latar belakang sosial dan pengalaman kerja, pengalaman organisasi kepartaian dan lain sebagainya, ini sangatlah bermanfaat.

Baca Juga :  Misa Paskah di Gereja Santa Maria Asumpta Kupang, Mgr. Petrus Turang: Paskah Kristus Beri Asupan Baru kepada Orang Beriman

Hal terakhir yang menjadi pertimbangan politis dari kefiguran saat ini adalah keterwakilan kaum milenial, kaum muda diberi tempat.

Diskusi-diskusi, baik pada level sosial media maupun pada tingkatan silaturahmi politik antar figur atau politisi menggambarkan keinginan besar masyarakat untuk mencari dan menemukan figur terbaik untuk Malaka yang lebih baik. Setiap zaman dan setiap tingkatan masyarakat memiliki idealisme yang berbeda soal pemimpin yang menjadi keinginan bersama. Pada tingkatan masyarakat akar rumput yang masih melekat dengan tradisi dan budaya tentu memiliki kriteria ketokohan yang berbeda dengan muda/mudi terpelajar, para petani, nelayan dan para ASN.

  • Bagikan