Terindikasi Curang dalam Memenangkan Tender Pertamina, PT TSE Diadukan ke KPPU

Reporter : Redaksi Editor: Cyriakus Kiik
  • Bagikan
Timorline.com

Jakarta, Timorline.com – PT Total Safety Energy (PT TSE) terindikasi kuat telah melakukan kecurangan dalam pengajuan dokumen untuk memenangkan tender pengadaan barang di PT Pertamina Hulu Rokan pada akhir 2022 lalu.

Kecurangan tersebut berupa penggunaan dokumen dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang diduga kuat telah direkayasa oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Dokumen dimaksud adalah Laporan Pengujian Tensile Properties Product GEOMEMBRANE HPDE sebagai salah satu dokumen wajib yang harus dilampirkan dalam dokumen pengajuan tender.

Sebagaimana diketahui, PT TSE pada akhirnya memenangkan tender pengadaan barang nomor GPHR00013A Price Agreement (PA) GEOMEMBRANE di PT Pertamina Hulu Rokan tertanggal 12 Maret 2022. Pelaksanaan tender dilakukan menggunakan metode pemilihan langsung, dengan kategori produsen barang diwajibkan terdaftar di buku Apresiasi Produk Dalam Negeri (APDN) dan menggunakan proses Daftar Penyedia Mampu (DPM). Peserta tender adalah PT Asia Mega Pasifik (selaku agen tunggal dari PT Kencana Tiara Gemilang) dan PT Total Safety Energy (selaku agen atau distributor dari PT Mutiaracahaya Plastindo).

Baca Juga :  Forkopimda Malaka Rakor Pemilu dan Pilkada 2024, Ini yang Dibahas?

Atas dugaan melakukan kecurangan, bahkan sangat mungkin tindak pidana pemalsuan dokumen, tersebut maka PT TSE diadukan ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) oleh PT Asia Mega Pasifik (PT AMP). Dalam surat pengaduannya, PT AMP melalui kuasa hukumnya, Dolfie Rompas, SSos, SH, MH, menjelaskan bahwa terdapat tidak kurang dari 25 poin yang menjadi dasar pengaduannya ke KPPU di Jakarta. Berkas pengaduan tersebut telah didaftarkan di Kantor KPPU pada Kamis, 18 Januari 2024 lalu.

“Pada intinya, dokumen Laporan Pengujian Tensile Properties Product GEOMEMBRANE HPDE yang berkop surat Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN itu yang diduga direkayasa atau dipalsukan untuk digunakan dalam memenangkan tender. Berdasarkan dokumen tersebut dan fakta lapangan, kita menemukan sekitar 25 kejanggalan yang menjadi indikasi bahwa telah terjadi kecurangan dan persaingan usaha yang tidak sehat dalam proses memenangkan tender di PT. Pertamina Hulu Rokan,” ungkap Advokat Dolfie Rompas, S.Sos, SH, MH kepada media, Selasa (30/01/2024).

Baca Juga :  Inilah Tampang Dedengkot Koruptor Pers Indonesia Binaan Dewan Pers

Pengacara papan atas di Jakarta itu juga menjelaskan bahwa ada dua dokumen yang digunakan oleh PT TSE, yakni Laporan Pengujian Nomor: 16/Lap/LUP/I/ETC/Okt/22, tertanggal 4 November 2022; dan Laporan Pengujian Nomor: 18/Lap/LUP/I/ETC/Dec/22, tertanggal 27 Desember 2022. “Kedua dokumen ini diduga kuat telah direkayasa isinya dan terdapat kejanggalan parameter standar dan nilai uji laboratorium tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam dokumen lelang tender pengadaan barang di Pertamina Hulu Rokan itu,” tutur Dolfie Rompas.

  • Bagikan