Tantangan Ibu Megawati kepada Penyidik KPK Ross Purbo Bekti dkk, Petrus Selestinus: Bagian dari Pendidikan Politik Partai

Reporter : Redaksi Editor: Cyriakus Kiik
  • Bagikan
Timorline.com

Jakarta, Timorline.com – Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus mengatakan, tantangan Ibu Megawati, Ketua Umum PDIP, terhadap KPK cq. Penyidik KPK Rossa Purbo Bekti dkk untuk bertemu, terkait pemanggilan Hasto Kristiyanto (Hasto), Sekjen PDIP sebagai Saksi untuk Tersangka Harun Masiku, harus dipandang sebagai bagian dari kritik sekaligus “Pendidikan Politik” yang menjadi salah satu tugas utama setiap Partai Politik.

“Mengapa Pendidikan Politik, karena apa yang dilakukan oleh oknum Penyidik KPK Rossa dkk diduga merupakan pelanggaran terhadap Hukum dan HAM yang sangat merugikan hak-hak Hasto dan Kusnadi sebagai warga negara yang sedang menjadi Saksi, sementara KPK sebagai organ negara memiliki kewajiban melindungi hak-hak Saksi tetapi justru telah dilanggarnya”, demikian Petrus dalam rilisnya yang diterima Timorline.com, Senin (08/07/2024) petang.

Mengutip salah satu amanat UU Partai Politik, Petrus menegaskan, Partai Politik wajib melaksanakan Pendidikan Politik. Di sinilah Ibu Megawati melaksanakan Pendidikan Politik bagi semua kader Partai, bagi anggota Partainya dan bagi Penyidik KPK, tentang bagaimana seharusnya hak dan kewajiban setiap warga negara sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat, dilindungi oleh organ-organ negara dalam kehidupan nyata sehari-hari.

Baca Juga :  Terindikasi Curang dalam Memenangkan Tender Pertamina, PT TSE Diadukan ke KPPU

Kerena itu, ketika kader Partai mendapat perlakuan sewenang-wenang oleh aparat Penegak Hukum maka sikap Ibu Megawati mengkritik keras bahkan menantang KPK, adalah bagian dari Pendidikan Politik untuk menyadarkan Penyidik KPK dan bagi siapa saja tentang betapa pentingnya melindungi hak-hak hukum setiap orang yang dijamin oleh UUD 1945 dan UU.

“Sikap Ibu Megawati terkorelasi dengan kondisi keterpurukan KPK akibat perilaku menyimpang sejumlah oknum Penyidik KPK dalam penanganan kasus korupsi tertentu yang sarat pesanan politik dan tidak untuk kepetingan penegakkan hukum terutama pemberantasan korupsi”, kata Petrus.

Bergeser dari Kondisi Ideal

Koordinator Penggerakkan Advokat Nusantara (PEREKAT Nusantara) ini menilai, realitas kondisi KPK terpuruk inilah yang tidak diinginkan Ibu Megawati sebagai tokoh reformis yang melahirkan KPK dengan segala kedigdayaan dan kewibawaanya.

  • Bagikan