Soegiharto Santoso dan Michael Sunggiardi Berdamai, Perkara Pidana Dihentikan

Reporter : Hendra Editor: Cyriakus Kiik
  • Bagikan
Timorline.com

“Saya ingat rencana mediasi yang kedua kalinya itu 11 Maret 2020, karena ada tertuliskan dalam BAP saya hingga 3 kali. Masing-masing BAP 11 Maret 2020, 08 Mei 2020, serta 08 Juni 2020. Padahal, rencana mediasi tersebut atas permintaan Terdakwa Rudy, namun setelah saya tiba di Polda DIY, terdakwa Rudy malah tidak hadir,” bebernya.

Sementara Lukas selaku mediator mengatakan, pihaknya senang perdaiaman itu akhirnya terwujud. “Damai itu indah, karena kerukunan mendatangkan berkat untuk kita semua. Kedua sahabat saya orang baik. Mungkin pada waktu itu berada di situasi yang tidak tepat, sehingga kurang berkenan dan berperkara hukum. Nah karena dengan ketulusan berdua untuk saling memahami dan memaafkan, serta sepakat tidak melanjutkan perkara hukum ini, berarti berkat yang luar biasa dari Tuhan,” ujar Lukas.

Hoky yang ditemui usai perdamaian mengaku senang terjadinya perdamaian dengan Michael yang merupakan sahabat lamanya. Ia mengutarakan pengalaman saat keduanya aktif berkegiatan dan pernah bareng Kang Onno W. Purbo berangkat ke Pameran COMDEX 2000 di Las Vegas Valley, Nevada, Amerika Serikat.

Baca Juga :  Perkara Terdakwa Rudy Dermawan Muliadi Terus Berlanjut

Kesepakatan damai ini, kata dia, sebagai bukti bahwa dirinya tidak berniat jahat kepada pihak lawan yang selama ini terus mengganggu pribadinya dan organisasi APKOMINDO.

“Prinsipnya saya siap berdamai. Laporan polisi saya buat sebetulnya untuk membuktikan bahwa saya sejak awal tidak bersalah namun pernah dikriminalisasi dan sempat ditahan selama 43 hari serta benar terbukti ada yang menghina di Facebook APKOMINDO sehingga Ir. Faaz sempat menjadi terpidana dan masuk penjara selama 3 bulan di Lapas Wirogunan Yogyakarta,” tandas Hoky. ***

  • Bagikan