Gagal Tangkap Harun Masiku, Petrus Selestinus: KPK Jadikan Hasto Kristiyanto Tumbal Politik Balas Dendam

Reporter : Redaksi Editor: Cyriakus Kiik
  • Bagikan
Timorline.com

Jakarta, Timorline.com – Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) menilai pemanggilan dan pemeriksaan Hasto Kristiyanto (Hasto), Sekjen PDIP, sebagai saksi untuk tersangka Harun Masiku oleh Penyidik KPK, pada Senin, 10 Juni 2024, merupakan suatu akrobat politik yang sangat tidak elok dipertontonkan KPK.

“Mengapa akrobat politik yang tidak elok, karena Hasto dipanggil KPK sebagai Saksi dan Hasto tetap hadir tepat waktu di KPK dalam kapasitas sebagai Saksi, karenanya KPK harus menghormati dan memperlakukan Hasto sebagai Saksi dengan segala haknya yang dilindungi oleh ketentuan Pasal 5 dan Pasal 7 KUHAP dan UU KPK”, begitu alasan Koordinator TPDI Petrus Selestinus dalam rilisnya yang diterima Timorline.com, Senin (10/06/2024) malam.

Petrus mengaku sangat menyesalkan perlakuan Penyidik KPK terhadap Hasto saat Hasto bertemu Penyidik KPK. Sebab, saat Hasto bertemu Penyidik KPK justru Penyidik KPK menunjukan sikap dan perilaku yang arogan dan pamer kekuasaan. Penyidik KPK bahkan memperlakukan Hasto sebagai seorang tersangka, karena KPK serta merta melakukan upaya paksa dengan menyita HP dan tas tangan milik Hasto di luar prosedur hukum.

Baca Juga :  Diduga Kuat Lakukan Pengancaman dan Pengrusakkan, Warga Desa Fatoin-Malaka Laporkan Tetangga ke Polsek Sasitamean

Saksi adalah Mitra Penyidik

Atas perlakuan Penyidik KPK, Petrus mengatakan, penyitaan HP dan tas tangan milik Hasto menunjukkan seakan-akan Hasto menjadi bagian dari alat bukti permulaan yang cukup bagi penyidik dalam menetapkan Hasto sebagai tersangka. Padahal Hasto adalah Saksi bukan Tersangka.

  • Bagikan