Dituduh Pengusaha Gelapkan Material, Tukang Las Didampingi Advokat Alfan Sari Minta Perlindungan di Polres Bogor

Reporter : Redaksi Editor: Cyriakus Kiik
  • Bagikan
Timorline.com

Bogor, Timorline.com – Pengacara kondang Advokat H. Alfan Sari, SH, MH mengirimkan surat permohonan perlindungan hukum bagi klien-nya, seorang tukang las di Kecamatan Klapa Nunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 1 Juni 2024.

Ini adalah surat permohonan perlindungan hukum kedua yang disampaikan Bang Alfan, demikian dirinya akrab disapa, kepada Kepala Kepolisian Resort Bogor di Cibinong.

Tersebutlah Lili Suhaeri (LK/50th), seorang pekerja kasar sebagai tukang las panggilan, akhir-akhir ini mendadak sering pusing dan cemas (depresi dan trauma – red) sejak dipanggil untuk dimintai keterangan oleh penyidik Reskrim Unit II Polres Kabupaten Bogor berdasarkan Surat Permintaan Keterangan nomor: B/4783/XII/2023/Reskrim, tanggal 03 Desember 2023 lalu. Lili dipanggil polisi atas laporan seorang warga bernama Gunawan alias Koh Gun dengan tuduhan Lili melakukan penggelapan barang material bangunan di TB Sukses Bersama yang berlokasi di Jl. Raya Bojong No.8 Perumahan Citra Swarna, Klapa Nunggal, Kabupaten Bogor.

Baca Juga :  Wartawan Dilarang Meliput Pembangunan RS Pratama Malaka, Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke: Pelaku dapat Dipidana Penjara 2 Tahun dan Denda Rp500 Juta

Sebagai orang kampung yang hanya mengenyam pendidikan hingga kelas V SD di pelosok Kabupaten Pandeglang, Banten, yang merantau ke Bogor berbekal keterampilan sebagai tukang las, dalam kesehariannya Lili bekerja dengan cara mendatangi pelanggan dari satu tempat ke tempat lainnya. Sejak pertengahan 2022 lalu, Lili mulai sibuk sebagai pengelola toko material bangunan yang dipercayakan kepadanya oleh Gunawan alias Koh Gun. Berdasarkan perjanjian kerja sama, Koh Gun menjanjikan sistem bagi hasil kepada Lili Suhaeri.

Sebelum bekerja di Toko Bangunan (TB) itu, Lili adalah orang yang diperkejakan oleh Koh Gun untuk membuat pintu besi, kanopi, pagar, rak dan etalase di TB Sukses Perkasa, sebuah toko material milik Koh Gun. Namun, hingga saat ini upah Lili selaku tenaga pekerja kasar dalam membuat pintu besi dan lain-lainnya itu belum dibayarkan.

Baca Juga :  JPU Tuntut Terdakwa Rudy Derwawan Muliadi 8 Bulan Penjara djengan Perintah Ditahan

Bahkan, sepanjang proses kerja sama mengelola TB Sukses Bersama berlangsung, Koh Gun sempat meminjam uang dari Lili sebesar Rp. 50.000.000 (Lima puluh juta rupiah) dan baru dibayar 15. 000.000,- (Lima belas juta rupiah) saja tanpa ada kejelasan kapan sisanya yang 35. 000.000,- (Tiga puluh lima juta), berikut upah tenaganya membuat dan memasang teralis, pintu besi, etalase dan rak besi serta canopi dibayarkan.

  • Bagikan