DPRD Rote Ndao Dituduh Korupsi, Paulus Henuk Pertanyakan Nama Mahasiswa Asbun yang Sembunyi Identitas

Reporter : Rojer Adg Editor: Cyriakus Kiik
  • Bagikan
Timorline.com

“Saya perlu tegaskan bahwa setiap reses pasti kami Dewan reses. Apalagi secara pribadi saya tidak pernah absen untuk reses. Sering uang reses saya tambahkan uang pribadi untuk menjawab kebutuhan dan permintaan masyarakat,” tegas Paulus

Wakil Ketua DPRD itu mengatakan, jikalau hanya beralasan karena ada Covid-19 dan pembatasan orang berkumpul, sudah pasti DPRD tidak reses, namun kenyataan dirinya melakukan reses.

Paulus justru mempertanyakan sejumlah agenda Pemerintah Daerah yang dilaksanakan pada masa pendemi Covid-19 tahun 2021

“Coba cek, pada 2021 Pemda sendiri waktu melakukan pemekaran lebih kurang 22 desa dan masuk keluar desa untuk peresmian desa pemekaran dimaksud. Di sisi lain, seharusnya 2021 Pemda melakukan persiapan tahapan dan proses pemilihan Kepala Desa Eerentak 2022 untuk menjalankan amanat Perda dan sejumlah regulasi lainnya namun tidak dilakukan. Lalu, Dewan seakan-akan tidak boleh reses tapi uang reses habis terpakai? Sekali lagi logika sesat yang dikedepankan, jadi asal-asalan alias asal bunyi. Cek lagi, apakah hanya DPRD Rote Ndao yang reses di tahun 2021 sementara di seluruh Indonesia tidak reses?”, tanya Paulus.

Baca Juga :  Berkas Dukungan Paket ROMAN Resmi Diterima KPU Belu, Tokoh Masyarakat Belu Angkat Bicara

Paulus menduga ini hanya mainan politik murahan menjelang Pilkada Rote Ndao, ataukah jangan-jangan ada oknum media yang bermain?

  • Bagikan